8 Langkah Membuat Motif Pada Batik

Langkah membuat motif batik umumnya dilakukan danlam 8 tahap. Setiap tahapnya dilakukan dengan penuh kecermatan serta kehati-hatian untuk mendapatkan hasil batik dengan motif yang bagus.

Berikut ini 8 langkah membuat motif pada batik :

cara melukis corak batik
8 cara mebuat corak batik

Pertama, Molani

Molani artinya membuat pola/corak batik. Tiap daerah memiliki pola batik yang khas, yang terkadang menggambarkan karakter dari daerah asal pembutan batik tersebut. Contohnya batik solo, terkenal sampai ke mancanegara. Solo adalah daerah yang kental dengan adat jawa halus, selayaknya adat kraton. Pola batik yang dihasilkannya pun turun temurun, terkenal dengan keindahannya dengan pola yang kuat. Batik dari solo sering digunakan di acara kemantenan oleh mempelai.

Namun untuk membuat pola tidak harus rumit, bahkan untuk pemula bisa melakukannya dengan sering berlatih. Pola pun bisa mengikuti perkembangan fashion serta mengangkat tema-tema yang sedang booming.

Artikel lain yang perlu juga dibaca, khususnya bagi wanita karir yang ingin berpenampilan elegan dengan batik, berikut berbagai macam baju batik kerja untuk wanita karir.

Kedua, Melukis Motif

Melukis pola sesuai dengan pola yang didesai pada langkah pertama. Melukis pola membutuhkan keahlian dakam menggunakan canting, yaitu sebuah alat melukis untuk batik. Alat ini terbuat dari tembaga diberi gagang bambu. Cara kerjanya adalah mencelupka alat ini untuk mengambil cairan lilin malam, kemudian ditorehkan ke alur pola batik yang sudah dibuat.

Ketiga, Menutupi Bagian Selain Motif Batik

Tujuannya agar bagian selain motif nantinya tidak terkena cairan pewarna saat batik dicelupkan. Menutupi bagian kain yang lebar bisa dilakukan dengan kuas, oleskan secara merata. Untuk bagian yang sempit, berada di antara motif-motif batik, bisa menggunakan canting.

KeempatPewarnaan Batik

Kain batik yang sudah melewati proses dari langkah awal sampe langkah ketiga dicelupkan pada cairan pewarna yang telah ditentukan. Tujuannya adalah memberi warna pada corak yang tidak terkena lapisan lilin malam pada langkah ketiga di atas. Kemudian kain dikeringkan

Kelima, Pelukisan Ulang Corak Warna Pertama & Pewarnaan Kedua

Kain batik yang telah kering, kemudian digambar lagi dengan alat canting menggunakan cairan malam. Nah, cairan dilukiskan pada pola pertama yang telah melalui proses pewarnaan pada langkah keempat. Tujuannya tentu saja agar warna pertam tidak terkontaminasi warna berikutnya saat pencelupan pewarnaan selanjutnya.

Keenam, Membersihkan Lilin Malam Yang Menempel

Setelah proses pewarnaan kain batik selesai, lilin malam yang menempel pada kain dibersihkan. Caranya dengan meletakkan kain di atas tungku yang berisi air yang sedang dididihkan. Kemudian kain dikeringkan untuk proses selanjutnya.

Ketujuh, Memberikan Motif Akhir

Pada langkah ketujuh inilah proses pembatikan dilakukan lagi dengan cara mengukir dan untuk membuka / menutup motif agar antar warna tidak tercampur sesuai dengan jumlah warna motif yang ada.

Kedelapan, Pembersihan Akhir Kain Dari Lilin Malam

Caranya ini disebut ngolorot, artinya lebih kurang melunturkan. Tujuannya adalah melunturkan / menghilangkan lilin malam yang menempel pada batik. Batik direndam dalam tungku yang berisi air panas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *