Denda Pajak Mobil

Luasnya persebaran penduduk di wilayah Indonesia serta cuaca yang cenderung tropis membuat masyarakat berbondong-bondong untuk membeli mobil. Benda mewah itu disebut-sebut menjadi incaran banyak kalangan untuk menemani aktivitas sehari-hari.

Faktanya, bukan hanya pengendara sepeda motor saja yang menjadi penguasa jalan, melainkan kendaraan beroda empat juga demikian. Walhasil, dari banyaknya pengguna mobil itu seharusnya pendapatan pajak juga kian meningkat atau berbanding lurus.

Namun, agaknya itu semua tidak menjamin. Sebab, pembayaran pajak mobil yang harusnya dilakukan tepat waktu untuk membiayai infrastruktur negara harus tertunda pada tahun tertentu karena adanya keterlambatan membayar dari wajib pajak pribadi.

Meskipun pemilik mobil diberikan denda, akan tetapi masih banyak kendala yang dihadapi. Salah satunya, perhitungan pembayaran denda pajak mobil itu sendiri. Padahal besaran nilai PKB dan SWDKLLJ sudah tercantum di dalam STNK dan tidak perlu repot menghitungnya lagi, tetapi tetap saja jika dihitung secara rinci akan sulit.

Simak yuk cara menghitung denda telat bayar pajak mobil berikut ini!

1. Informasi mengenai denda telat bayar pajak mobil

Saat membayar denda pajak mobil, kamu harus tahu bahwa akan dikenakan biaya pembaruan STNK atau TNKB jika sudah mencapai waktu 5 tahun. Sebab tarif non pajak dalam pengurusan surat kendaraan per 2017 sudah mengalami kenaikan.

Khusus untuk kendaraan beroda empat adalah

  • Penerbitan STNK Baru Rp 200.000.
  • Perpanjangan STNK / 5 tahun Rp 200.000.
  • Pengesahan STNK / 5 tahun Rp 50.000.
  • Plat nomor / 5 tahun Rp 100.000.
  • Surat Tanda Coba Kendaraan Rp 25.000.
  • BPKB Baru Rp 375.000.
  • BPKB Ganti Pemilik Rp Rp 375.000.
  • Biaya Mutasi Rp 250.000

Tidak berbeda jauh dengan motor, cara menghitung denda telat bayar pajak mobil pun juga sama, yakni menggunakan rumus PKB + SWDKLLJ + Denda PKB + Denda SWDKLLJ

Perlu kamu ketahui nih sebelum menghitung, per bulan Januari 2017 lalu ada kenaikan PKB sebesar Rp 25.000,00 untuk roda dua atau tiga, dan khusus mobil atau kendaraan beroda empat mendapat kenaikan Rp 50.000,00. Sedangkan untuk denda Sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan (SWDKLLJ) adalah Rp 100.000,00 untuk mobil, roda empat atau lebih.

Untuk mengetahui berapa lama keterlambatannya, kamu harus cek dulu sudah berapa hari/bulan/ tahun tidak segera dibayarkan, karena kalau telat satu hari maka dianggap terlambat membayar satu bulan. Kalau terlambat selama 5 bulan lebih 26 hari, maka dianggapnya 6 bulan.

2. Mengitung denda membayar pajak sepeda mobil  satu tahun

Misalnya saja kamu memiliki mobil pribadi dengan nilai PKB 1.700.000,00 dan SWDKLJJ Rp 150.000,00. Nah, kamu terlambat membayar selama tiga tahun, maka jumlah denda pajak yang harus dibayar adalah

Denda PKB 3 tahun berarti = 3 x (25% x 1.700.000) = 1.275.000.

Total denda pajak = rumus di awal, yaitu Denda PKB + Denda SWDKLLJ = 1.275.000 + 100.000 = 1.375.000,00. Nah, setelah itu, hitunglah total keseluruhan mengunakan rumus PKB + SWDKLLJ + Denda PKB + Denda SWDKLLJ atau 1.700.000 + 150.000 + 1.375.000 = 3.225.000.

Jadi total biaya denda pajak mobil sebesar Rp 3.225.500,00.

Nggak sulit kan? Kalau kamu masih belum sepenuhnya memahami mekanisme dan bagaimana cara menghitung denda kendaraan seperti ini, maka bisa memanggil jasa konsultan pajak.

Nantinya, bersama konsultan pajak kamu akan dibimbing dan didampingi untuk mengatasi segala kendala urusan pajak yang menyulitkanmu.